Menyelusuri Ruang Lingkup Sejarah di Kota Istimewa Jogja
"Dahulu adalah pemandian sekarang adalah reruntuhan dan mungkin tiap rumah dan toko di tapak kaki adalah bulirbulir penyangga sang raja saat tiap istri berangkat menjadi selir dalam setiap basah malam Taman Sari adalah karat yang menetakkan panjang aubade sakral hingga runtuhnya masih belum terlepas dari onggok sepi keagungan Runtuhmu sisakan banyak legenda “Hanya10 minit dari alun-alun utara jika ingin membuka salah satu tabirnya…” tawar putra juru kunci yang mencoba jajakan sejarah, entah versi keberapa…" Terkenang nota nukilan dari seberang tentang taman sari ini yang pernah aku baca. Sungguh mendalam sekali kata kata si penyajak tentang Taman Sari Yogjakarta ini. Bagi aku sukar untuk memahami sejarah. I hate that. Walaupun aku mengajar sejarah. Haish.. Agaknya macam mana pula kembara aku kali ini dapat aku kisahkan ke semuanya. Menjejakkan kaki ke kota Jogja aku lihat sama seperti mana-mana bandar di Indonesia. Macet! Tetapi tidaklah sehebat Jakarta. Sesekali aku bersem...